Contoh Cerita Mistis Dalam Bahasa Inggris About Gunung Kawi Beserta Arti
Contoh Cerita Mistis Dalam Bahasa Inggris About Gunung Kawi Beserta Arti

Contoh Cerita Mistis Dalam Bahasa Inggris About Gunung Kawi Beserta Artinya

Posted on

Contoh Cerita Mistis Dalam Bahasa Inggris About Gunung Kawi Beserta Artinya

 

Contoh Cerita Mistis Dalam Bahasa Inggris About Gunung Kawi Beserta Arti
Contoh Cerita Mistis Dalam Bahasa Inggris About Gunung Kawi Beserta Arti

Sahabat SBI suka mendengarka sebuah cerita? baik itu cerita romantis, cerita jenaka atau bahkan mistis? Nah, pada kesempata kali ini admin ingin mengajak sahabat SBI untuk belajar bahasa inggris dalam bentuk cerita mistis.

Cerita mistis apa yang pernah sahabat SBI dengar? bagaimana dengan cerita mistis gunung kawi? ada yang pernah mendengarnya sebelumnya? Jika belum, langsung saja yuk kita baca ulasan berikut ini sembari memahami vocabulary nya dalam bahasa inggris 🙂


Pesugihan Kawi Mountain every year, not a few people from all over the archipelago come and visit Gunung Kawi. Those who come usually aims to mengalap blessing and expecting the arrival of wealth with a shortcut through the rituals of the cult on the supernatural ruler of the gunung Kawi. Of the story floating around, doing worship at gunung Kawi is indeed believed to be able to make ourselves be facilitated in obtaining sustenance. Some of the country’s conglomerates such as Ong Hok Liong (entrepreneur smoking) and Sudono Salim (Salim Group owner) is also rumored to have never done this in the mountain of worship when their businesses experienced a bankruptcy in the fall bangunnya. Either the right either not obvious, but the issue is already highly developed there. [Read Also: Pesugihan Mount Kemukus, Sragen, Central Java] Gunung Kawi Pesugihan rituals Of exposure a kuncen who not long ago I met, I know that the ritual pesugihan gunung kawi is actually just done with a very simple way. The pilgrims just obliged to perform the ritual of tapa brata for 3 days under a sacred tree called Dewandaru tree. Mount Kawi Pesugihan ritual Before implementing tapabrata, the pilgrims are required to first perform a sacred bath led directly by the kuncen. When implementing a mandatory shower, the pilgrims were performing the contract die or some sort of Pact with the supernatural ruler of the gunung kawi. They should be willing to give the tumbal lives on the Prince every year to perpetuate his wealth. After implementing a mandatory shower, new pilgrims allowed to join other pilgrims to do tapa brata. They should be seated on a piece of banana leaf, must not eat, drink, and sleep. They should not defecate and urinate except release it on top of the banana leaf serving. [Read Also: Pesugihan Nyi Blorong] Tapa brata terminated if they had approached a sheet of Dewandari leaves off the tree that fell on its own. That leaves must fall squarely on the body. Suicide leaves dewandaru signifies that your desire to become rich through the pesugihan gunung kawi has been approved by the rulers of Faerie tree porters dewandaru it. However if during 3 days doing tapa brata, ascetic does not fall leaf dewandaru, this means your desire to become rich through pesugihan is not authorized by the unseen ruler of Gunung Kawi. You will go home empty handed and not get the blessing of the tapa brata you do. Those who failed to get leaf dewandaru is usually people who have bad intentions and actually not too need because economically is already inadequate. While those who manage to obtain leaves dewandaru is they are actually already in the position difficult, incurred the debt, and have difficulties in the economic sphere.
After undergoing the ritual of pesugihan mountain and get a piece of leaf dewandaru, ascetic had to go home and save the leaves that he obtained it in a pillow in his bed. In addition, it must also open a trade business. Dewandaru leaves from inside the pillow will help melariskan merchandise, adding money in unseen into money storage drawer, and helped launch the effort spiritually.

Setiap tahun, tak sedikit orang dari seluruh penjuru Nusantara datang dan menziarahi Gunung Kawi. Mereka yang datang biasanya bertujuan untuk mengalap berkah dan mengharapkan datangnya kekayaan dengan jalan pintas melalui ritual pemujaan pada penguasa gaib gunung Kawi. Dari kisah yang beredar, melakukan pemujaan di gunung Kawi memang diyakini dapat membuat diri kita menjadi dimudahkan dalam mendapatkan rezeki. Beberapa konglomerat negeri ini seperti Ong Hok Liong (pengusaha rokok) dan Sudono Salim (pemilik Salim Group) juga diisukan pernah melakukan pemujaan di gunung ini ketika usaha mereka mengalami pailit di masa jatuh bangunnya dulu. Entah benar entah tidak, namun yang jelas isu ini sudah sangat berkembang di sana. [Baca Juga : Pesugihan Gunung Kemukus, Sragen – Jawa Tengah] Ritual Pesugihan Gunung Kawi Dari pemaparan seorang kuncen yang belum lama ini saya temui, saya mengetahui bahwa ritual pesugihan gunung kawi sebenarnya hanya dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Para peziarah sekedar diwajibkan untuk melakukan ritual tapa brata selama 3 hari di bawah sebuah pohon keramat bernama pohon Dewandaru. Ritual Pesugihan Gunung Kawi Sebelum melaksanakan tapabrata, peziarah tersebut diwajibkan terlebih dahulu melakukan mandi suci yang dipimpin langsung oleh sang kuncen. Ketika melaksanakan mandi wajib inilah, peziarah itu melakukan kontrak mati atau semacam perjanjian dengan penguasa gaib gunung kawi. Mereka harus bersedia memberikan tumbal nyawa pada sang penguasa setiap tahun untuk melanggengkan kekayaannya. Setelah melaksanakan mandi wajib, para peziarah baru diperbolehkan bergabung bersama para peziarah lain untuk melakukan tapa brata. Mereka harus bersila di atas selembar daun pisang, tidak boleh makan, minum, dan tidur. Mereka pun tidak boleh buang air besar dan buang air kecil kecuali mengeluarkannya di atas daun pisang yang didudukinya. [Baca Juga : Pesugihan Nyi Blorong] Tapa brata dihentikan jika mereka telah dihampiri selembar daun dari pohon Dewandari yang gugur dengan sendirinya. Daun itu harus jatuh tepat di tubuh. Gugurnya daun dewandaru menandakan bahwa keinginan Anda untuk menjadi kaya melalui jalur pesugihan gunung kawi telah disetujui oleh penguasa gaib penunggu pohon dewandaru itu. Namun jika selama 3 hari melakukan tapa brata, petapa tidak kejatuhan daun dewandaru, hal ini berarti keinginan Anda untuk menjadi kaya melalui pesugihan ini tidak diizinkan oleh penguasa gaib Gunung Kawi. Anda akan pulang dengan tangan hampa dan tidak mendapatkan keberkahan dari tapa brata yang Anda lakukan. Orang-orang yang gagal mendapatkan daun dewandaru biasanya adalah orang-orang yang memiliki niat buruk dan sebetulnya tidak terlalu butuh karena secara ekonomi sudah berkecukupan. Sedangkan orang yang berhasil memperoleh daun dewandaru adalah mereka yang benar-benar sudah dalam posisi sulit, terlilit hutang, dan mengalami kesulitan dalam bidang ekonomi. Kisah Nyata Persembahan Tumbal Setelah menjalani ritual pesugihan gunung dan mendapatkan selembar daun dewandaru, petapa harus pulang dan menyimpan daun yang didapatkannya itu di dalam bantal tempat tidurnya. Selain itu, ia juga harus membuka usaha dagang. Daun dewandaru yang disimpannya dalam bantal akan membantu melariskan dagangan, menambahkan uang secara gaib ke dalam laci penyimpanan uang, dan membantu melancarkan usaha tersebut secara spiritual


Semoga sahabat SBI tertarik membacanya dan semoga bermanfaat 🙂


Check Juga Materi Penting SBI Lainnya :

Facebook Comments