Contoh Biografi "HABIBIE" Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Biografi "HABIBIE" Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Contoh Biografi “HABIBIE” Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

Posted on

Contoh Biografi “HABIBIE” Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Sahabat SBI pernah membaca biografi tentang seseorang? Apa yang sahabat SBI ketahui tentang biografi? Dalam bahasa inggris, biografi masuk kedalam jenis recount text. Masih ingat bukan apa yang dimaksud dengan recount text?

Recount text is a text that tells about something that happened in the past. Dengan kata lain, recount text merupakan sebuah text yang menceritakan sebuah cerita atau aksi di masa lalu dengan tujua untuk memberikan informasi kepada pembaca.

Generic structure dari recount text pun ada 3, yaitu orientation, events dan juga reorientation.


Check Juga Materi Penting SBI Lainnya :


HABIBIE

 

Prof. Dr.-Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, h., FREng  (born in Parepare, South Sulawesi, on June 25, 1936; age 79) was the third President of Indonesia. He replaced Soeharto who resigned from the Presidency on May 21, 1998. His position was replaced by Abdurrahman Wahid (Gus Dur) who was elected President on October 20, 1999 by the ASSEMBLY election results 1999. With shake for 2 months and 7 days as Vice President, and 1 year and 5 months as President, Habibie was Vice President and also the President of Indonesia with the shortest term. At this time his name is immortalised as the name of one of the universities in Indonesia, replacing the name of the State University of Indonesia.  Table of contents
1 family and education
2 jobs and career
3 Presidency
4 Post-presidency
5 Publications
5.1 the work of Habibie
5.2 About Habibie
6 see also
7 References
8 external links
Family and education
BJ Habibie along with family
Habibie was the fourth of eight children, couples Alwi Abdul Jalil Habibie and R.a. Tuti Marini Puspowardojo. His father’s profession as an expert of agriculture comes from Gorontalo ethnic Bugis descent and have, while his mother’s surname. R.a. Tuti Marini Puspowardojo is the son of an eye specialist in Yogya, and his father was named Puspowardjojo served as the owner of the school. 
B.j. Habibie is married to Hasri Ainun Besari on 12 May 1962, with whom he had two sons, namely Ilham Akbar Habibie and Thareq Habibie Kemal. 
He had learned at the SMAK Dago.  He studied mechanical engineering at the University of Indonesia, Bandung (Bandung Institute of technology) in 1954. In 1955-1965 he went on to study engineering, specializing in aircraft construction, RWTH Aachen, Western Germany, received his diploma degree ingenieur in 1960 and a doctorate in 1965, ingenieur with summa cum laude. Job and career
Habibie has previously worked at MesserschmittBölkowBlohm, an airline company based in Hamburg, Germany, thus reaching the peak of his career as a Vice President of technology. In 1973, he returned to Indonesia at the request of former President Soeharto.
Habibie met Helmut Kohl in Germany.
He then served as Minister of research and technology since 1978 to March 1998. Before serving as the President (May 21, 1998-October 20, 1999), was Vice President BJ Habibie (14 March 1998 21 May 1998) in the seventh development cabinet under President Suharto. He was appointed Chairman of KADIN (Indonesia Muslim Intellectuals), during his tenure as Minister. Presidency Inauguration of President B.J. Habibie on May 21, 1998 Official photos and Ainun Habibie in 1998.
Habibie inherited the chaotic state of conditions in post Suharto’s resignation breaking loose on the new order era, giving rise to rampant riots and disintegerasi almost the entire territory of Indonesia. Soon after acquiring the powers of President Habibie soon formed a Cabinet. One of the tasks is the importance of the back support from the International Monetary Fund and the community of donor countries for the economic recovery program. He also frees political prisoners and reducing controls on freedom of speech and the activities of the organization.
During his brief he managed to give a solid foundation for Indonesia, at which time the Antitrust ACT of being born or healthy competition ACT, political parties ACT changes and the most important is the ACT of the autonomous region. Through the application of autonomous region ACT this is the turmoil of disintegrating inherited since the new order era successfully muted and finally completed in the era of President Susilo Bambang Yudhoyono, in the absence of regional autonomy ACT certainly Indonesia will suffer the same fate as the Soviet Union and Yugoslavia.
The appointment of B.J. Habibie as President raises a wide range of controversies for the people of Indonesia. The party pros consider the appointment of Habibie is already unconstitutional. It complies with the provisions of article 8 of the Constitution states that when the President died, stopped, or is unable to perform its obligations in his term, he was replaced by Vice President until the time runs out“. While the counter parties consider that the appointment of B.J. Habibie is considered unconstitutional. This is contrary to the provisions of article 9 of the Constitution states that “before assuming the post of President then the President would have to say the oath or pledge in front of the ASSEMBLY or of the PARLIAMENT“.
Contoh Biografi "HABIBIE" Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Biografi “HABIBIE” Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 79 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Saat ini namanya diabadikan sebagai nama salah satu universitas di Gorontalo, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo.
Daftar isi

1 Keluarga dan pendidikan
2 Pekerjaan dan karier
3 Masa Kepresidenan
4 Masa Pascakepresidenan
5 Publikasi
5.1 Karya Habibie
5.2 Mengenai Habibie
6 Lihat pula
7 Referensi
8 Pranala luar

Keluarga dan pendidikan
B.J. Habibie beserta keluarga

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian berasal dari etnis Gorontalo dan memiliki keturunan Bugis, sedangkan ibunya beretnis Jawa. R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah.

B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Ia pernah berilmu di SMAK Dago. Ia belajar teknik mesin di Universitas Indonesia Bandung (Sekarang Institut Teknologi Bandung) tahun 1954. Pada 1955-1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingenieur pada 1960 dan gelar doktor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. Pekerjaan dan karier

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Soeharto.
Habibie saat bertemu Helmut Kohl di Jerman.

Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat sebagai Presiden (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.
Masa Kepresidenan
Pelantikan Presiden B.J. Habibie pada tanggal 21 Mei 1998
Foto Resmi Habibie dan Ainun 1998.

Habibie mewarisi kondisi keadaan negara kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.

Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintegrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.

Pengangkatan B.J. Habibie sebagai Presiden menimbulkan berbagai macam kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional. Hal itu sesuai dengan ketentuan pasal 8 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “bila Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya”. Sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa pengangkatan B.J. Habibie dianggap tidak konstitusional. Hal ini bertentangan dengan ketentuan pasal 9 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “sebelum presiden memangku jabatan maka presiden harus mengucapkan sumpah atau janji di depan MPR atau DPR”.


Semoga bermanfaat untuk sahabat SBI semua ya 🙂

Facebook Comments