Cerita Nabi Yunus Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Cerita Nabi Yunus Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Cerita Nabi Yunus Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Posted on

Contoh Cerita Nabi Yunus Dalam Bahasa Inggris Lengkap

 

Cerita Nabi Yunus Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Cerita Nabi Yunus Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Bagi sahabat SBI yang beragama muslim, pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan kisah nabi yunus? Seorang nabi yang tidak meninggal akibat di telan ikan paus dan tetap selamat atas kuasa Allah SWT. pada artikel ini admin akan menjelaskan kepada sahabat SBI mengenai kisah atau cerita nabi yunus tersebut dalam bahasa inggris beserta dengan artinya lengkap. Langsung simak ya sahabat SBI 🙂


The prophet Jonah was a Prophet who embraced the Abrahamic religions (Islam, Judaism and Christianity). He was commissioned to preach to the people of Assyiria in the Ninawa GovernorateIraq. Prophets Jonah is the son of Matta descendants of Benjamin bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. The House of Ninawa governorate is one of the people who is very stubborn, idolater and like to do evil.
How to save money on Pererat of friendship with JalanDikutip from the book the story Of the prophet Jonah bouquet Mega Hikari Aminah, Prophet Yunus has repeatedly warned the House of Ninawa times. But they remain unwilling to change with the reason because the prophet Jonah is not from the House of them. There are only two followers who have Rubil i.e. nature of the pious and wise, as well as the Tanukh has simple and quiet.
At first the teachings of the prophet Jonah is so new and has never been heard of in the Ninawa Governorate. Therefore, the Ninawa are not able to accept it in order to replace the teachings and beliefs of the ancestral heritage. And at that time, the prophet Jonah is a foreigner who is not of their descendants. The teachings of the prophet Jonah is not in the least the evocative heart House of Ninawa. To this circumstance that made the prophet Jonah is very despair. He contended that there was no longer the House of Ninawa to be faithful to God Almighty.
One day the prophet Jonah, get ready was about to leave the House of Ninawa, he reminded the House of Ninawa to immediately repent because of impending doom if they do not repent soon. “O House of Ninawa, verily I warn to you guys that if you guys still worship what you worship at this time. God will lose a very poignant doom upon yourselves. Therefore, hurry up you guys repent. May God forgive all of you. “
Almighty God said, “and (remember) Dzun Nun (Jonah), when he went in an angry, then he would have thought that we would not easy , then he cried in a very dark: that there is no God but thee. Holy of Holies thou, verily I was including those tyrant. Then we have to allow his prayer and save her from the grief on. And so we saved people of faith “. (QS Al-Anbya verses 87-88).
On the death of the prophet Jonah, House of restless, for Ninawa began immediately the weather turned into a light rain, their faces turned into a knuckled and the wind was blowing winds that carry the voice thundered. The House of Ninawa became afraid of the threat of the prophet Jonah. They finally realized that the words of the prophet Jonah is correct. They then believe and repent of their deeds against the prophet Jonah.
The House of Ninawa run riding langgang looking for Jonah and screaming for forgiveness Allah over their sins. Allah Almighty Forgivingever forgive them, and the State is back as before. The House of Ninawa keep finding the prophet Jonah to teach and guide religion to them.
The State of the prophet Jonah after went of the Ninawa governorate became erratic. He was wandering aimlessly with despair and feel sinful. Finally he got to the edge of the beach and saw a ship which will cross the sea. He was on board, but the ship was cruising when suddenly there was a great storm that is very great. The ship shook, and the passengers agreed to reduce the load by removing one of them into the sea.
The sweepstakes first fell on the prophet Jonah, the draw back is repeated until the third name is the name of the prophet Jonah. He realized that it was the will of God, the prophet Jonah threw themselves into the sea. God revealed to the Nun (Pope) fish to swallow Jonah. In the belly of the fish Nun, he repented and asked for forgiveness to God and help him. Celebrate him for 40 days in the belly of the fish Nun.
There is no God but thee, the Holy of Holies thou, verily I have do tyrants“.
God hears the prayers of the prophet Jonah whale ordered to out the prophet Jonah. God Most Compassionate grow pumpkin tree, so the prophet Jonah who was skinny and weak could eat its fruit in order to have power back. After the prophet Jonah recovered, Allah ordered him back to the House of Ninawa.
After the return of the prophet Jonah is very surprised to see the changes of the population believe the Ninawa to God. Then the prophet Jonah taught tawheed book, princesses, Ninawa and perfecting their faith. Almighty God said, “and we sent him to a hundred thousand people or more. Then they are believers, we therefore grant enjoyment of life to them until a certain time. “ (QS As-Saffat verses 147-148).

Nabi Yunus seorang nabi yang menganut ajaran agama Samawi (Islam, Yahudi dan Kristen). Dia ditugaskan untuk berdakwah kepada orang Assyiria di Ninawa-Iraq. Nabu Yunus adalah putra dari Matta keturunan Benyamin bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Kaum Ninawa adalah salah satu kaum yang sangat keras kepala, penyembah berhala dan suka melakukan kejahatan.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanDikutip dari buku Kisah Hikayat Nabi Yunus karangan Mega Hikari Aminah, Nabi Yunus telah berulang-ulang kali memperingatkan kaum Ninawa. Namun mereka tetap tidak mau berubah dengan alasan karena Nabi Yunus bukan berasal dari kaum mereka. Hanya terdapat dua orang pengikutnya yaitu Rubil yang memiliki sifat yang alim dan bijaksana, serta Tanukh yang memiliki sifat sederhana dan tenang.

Pada awalnya ajaran-ajaran Nabi Yunus tersebut sangat baru dan belum pernah di dengar oleh kaum Ninawa. Oleh karena itu, kaum Ninawa tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan warisan nenek moyang. Dan pada saat itu, Nabi Yunus merupakan orang asing yang bukan dari keturunan mereka. Ajaran-ajaran Nabi Yunus tidak sedikitpun menggugah hati kaum Ninawa. Hingga keadaan ini yang membuat Nabi Yunus sangat berputus asa. Dia beranggapan bahwa tidak ada lagi kaum Ninawa untuk dapat beriman kepada Allah SWT.

Suatu hari Nabi Yunus, bersiap-siap hendak pergi meninggalkan kaum Ninawa, dia mengingatkan kaum Ninawa untuk segera bertobat karena akan datang azab jika mereka tidak segera bertobat. “Wahai kaum Ninawa, sesungguhnya aku peringatkan kepada kalian bahwa jika kalian masih tetap menyembah apa yang kalian sembah saat ini. Allah akan menurunkan azab yang sangat pedih atas diri kalian. Oleh karena itu, cepatlah kalian bertobat. Semoga Allah mengampuni kalian semua”.

Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: ‘Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang beriman”. (QS Al-Anbya ayat 87-88).

Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa mulai gelisah, karena seketika cuaca berubah menjadi mendung, wajah-wajah mereka berubah menjadi pucat pasi dan angin bertiup kencang yang membawa suara bergemuruh. Kaum Ninawa pun menjadi takut akan ancaman Nabi Yunus. Akhirnya mereka sadar bahwa perkataan Nabi Yunus adalah benar. Mereka kemudian beriman dan menyesali perbuatan mereka terhadap Nabi Yunus.

Kaum Ninawa lari tunggang langgang mencari Nabi Yunus dan berteriak meminta pengampunan Allah SWT atas dosa mereka. Allah SWT Yang Maha Pemaaf-pun mengampuni mereka, dan keadaan kembali seperti semula. Para kaum Ninawa tetap mencari Nabi Yunus untuk mengajari dan menuntun agama kepada mereka.

Keadaan Nabi Yunus setelah pergi dari kaum Ninawa menjadi tidak menentu. Dia pun mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya dia sampai di tepi pantai dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Dia menumpang kapal tersebut, namun ketika kapal itu sedang berlayar tiba-tiba terjadilah badai yang sangat hebat. Kapal berguncang, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan membuang salah satu di antara mereka ke laut.

Undian pertama jatuh pada Nabi Yunus, undian kembali diulang hingga pada undian yang ketiga nama yang keluar adalah nama Nabi Yunus. Beliau tersadar bahwa itu adalah kehendak Allah, Nabi Yunus menjatuhkan diri ke laut. Allah mewahyukan kepada ikan Nun (paus) untuk menelan Nabi Yunus. Di dalam perut ikan Nun, beliau bertobat dan meminta ampun kepada Allah dan pertolongan-Nya. Dia bertasbih selama 40 hari di dalam perut ikan Nun.

“Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat zalim”.

Allah mendengar doa Nabi Yunus memerintahkan ikan paus untuk mendamparkan Nabi Yunus di tepi pantai. Allah Yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu, agar Nabi Yunus yang kurus serta lemah dapat memakan buahnya agar memiliki tenaga kembali. Setelah Nabi Yunus pulih, Allah SWT memerintahkan kembali dia ke kaum Ninawa.

Setelah kembali Nabi Yunus sangat terkejut ketika melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah. Kemudian Nabi Yunus mengajari kaum Ninawa kitab tauhid dan menyempurnakan iman mereka. Allah SWT berfirman, “Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu”. (QS As-Saffat ayat 147-148).


semoga bermanfaat untuk sahabat SBI semua ya 🙂

 

Check Materi SBI Lainnya :

Facebook Comments