meninggal dunia. Itulah balasan buat orang-orang yang tamak.

Bahan Ajar Bahasa Inggris SMP Narrative Text

Posted on

Bahan Ajar Bahasa Inggris SMP  Narrative Text

Bahan Ajar Bahasa Inggris SMP  Narrative Text – Hai sahabat SBI, khususnya yang baru saja melaksanakan Ujian Nasional? Lega Bukan ? Saya yakin semua sahabat SBI pasti bisa mengerjakan soal-soal UN dengan baik. Apalagi sol-soal Bahasa Inggris. Kesempatan kali ini admin akan memberikan contoh narrative text yang berasal dari Indonesia yaitu tentang Bawang Merah dan Bawang Putih yang bisa dijadikan sebagai bahan ajar Bahasa Inggris SMP. Yuk langsung saja simak cerita tentang Bawang Putih dan Merah Dalam Bahasa Inggris.

meninggal dunia. Itulah balasan buat orang-orang yang tamak.
Contoh Narrative Text Bawang Merah and Bawang Beserta Artinya

Once upon a time, there carried on a family which consisted of father, mother, and a wonderful little girl named Bawang Putih. They were a lovely family. Despite the fact that the father was just a ordinary shipper, they could live congruously and calmly.
One day, the mother was wiped out intensely and in the end passed away. Bawang Putih and her dad were so miserable.

In that village, there likewise carried on a widow and her little girl named, Bawang Merah. Since Bawang Putih’s mom passed away, Bawang Merah’s mom frequently went by Bawang Putih’s home. She frequently helped her to clean the house and brought some food for Bawang Putih, or even just go with Bawang Putih and her dad to visit. Inevitably, the father imagined that it may be better in the event that he wedded to Bawang Merah all together Bawang Putih didn’t feel forlorn any longer. So that, Bawang Putih’s dad wedded to Bawang Merah’s mom. Be that as it may, step by step, the genuine character’s of Bawang Merah and her mom demonstrated out. Toward the starting, they were extremely kind, then they got to be mean and regularly got furious with Bawang Putih and issued her overwhelming work when her dad went to work. She needed to do the greater part of the tasks, in the mean time they just sat and saw Bawang Putih. Surely, her dad didn’t realize that in light of the fact that Bawang Putih never let it know.

One day, Bawang Putih’s Father was debilitated and afterward passed away. Since that day, Bawang Merah and her mom treated Bawang Putih all the more seriously. She never took a rest. She needed to wake up at sunrise and arranged water for Bawang Merah and her mom to shower. At that point, she needed to encourage pet, water the greenery enclosure, wash garments, and numerous others housework. By and by, Bawang Putih dependably did the greater part of the work cheerfully on the grounds that she trusted one day her stride mother would cherish her like her own particular little girl.

One morning, Bawang Putih conveyed her garments bascket to wash to the waterway not surprisingly. She was singing while she was strolling through the edge of little woods. That day was splendid. Bawang Putih instantly washed the greater part of the messy garments. Yet, Bawang Putih didn’t understand that one of the garments was brought by the downpour of water. Lamentably, the fabric was her stride mother’s. When she understood it, she attempted to search for it along the stream. Be that as it may, she couldn’t discover it. Miserably, she backpedaled to home and instructed it to her stride mother. Her stride mother was exceptionally furious and advised Bawang Putih to discover it regardless.

Bawang Putih quickly experienced along the stream once more. At that point, Bawang Putih saw a shepherd who was cleaning his wild ox. Said that he saw the fabric yet Bawang Putih ought to pursue it soon on the off chance that she would not like to miss it once more. She attempted to pursue it however until night, she began to surrender. She saw a hovel on the riverbank. She went to the hovel and thumped it. At that point a grandma turned out. Bawang Putih asked whether she saw her stride mother’s fabric or not. Luckily, she saw it and took it. She said that she loved that fabric. Be that as it may, Bawang Putih ought to go with her for a week in her cottage on the grounds that she felt desolate.

For a week, Bawang Putih had lived with that grandma. Ordinary, she helped her to clean the hovel. Unquestionably the grandma felt upbeat. At last, she issued her stride mother’s fabric and an enormous yellow pumpkin. After that, Bawang Putih went home.

When she touched base at home, Bawang Putih gave the material and after that she went to the kitchen to see the yellow pumpkin. She was so astonished when she cut it. There were such a large number of gold jewelleries in the pumpkin. Seeing that pumpkin, Bawang Merah and her mom forced Bawang Putih to tell where she could get it and she recounted the story.

Listening to her story, they wanted to do likewise as Bawang Putih did. Anyhow, this time, Bawang Merah who might do it. Notwithstanding, Bawang Merah was not care for Bawang Putih. She was languid and never did the housework well. After a week, the grandma let her go home. Be that as it may, Bawang Merah didn’t get the pumpkin so she requested that the grandma issue her. Feeling constrained, inevitably, the grandma issued her the enormous pumpkin and Bawang Merah instantly went home.

When she touched base at home, Bawang Merah met her mom and joyfully demonstrated the pumpkin. Since she was compelled to admit Bawang Putih would solicited a few sections from the pumpkin, they requested that Bawang Putih go to the stream. Fretfully, they opened the pumpkin. Rather than gold jewelleries, there were numerous toxic creature originated from the pumpkin. Those creatures specifically assaulted them and they at last passed on. That was the arrival for individuals who were insatiable.

Arti Dalam Bahasa Indonesia
Bawang Merah dan Bawang Putih

Dahulu kala, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang putri cantik bernama Bawang Putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meskipun pekerjaan ayahnya hanya seorang pedagang biasa, mereka dapat hidup harmonis dan damai.

Suatu hari, ibu bawang putih sakit akut dan akhirnya meninggal dunia. Bawang Putih dan ayahnya sangat sedih.

Di desa itu,ternyata ada juga l seorang janda dan anak perempuannya yang bernama, Bawang Merah. Sejak ibu Bawang Putih meninggal dunia, ibu Bawang Merah sering berkunjung ke rumah Bawang Putih itu. Dia sering membantunya membersihkan rumah dan membawakan makanan untuk Bawang Putih, atau bahkan hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya, ayah bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik jika ia menikah dengan ibu Bawang Merah, Bawang Putih tidak merasa kesepian lagi.

Sehingga, ayah Bawang Putih ini menikah dengan ibu Bawang Merah ini. Namun, hari demi hari, Munculah karakter yang sebenarnya dari Bawang Merah dan ibunya . Pada awalnya yang mereka sangat baik, mereka berubah menjadi sering marah dengan Bawang Putih dan memberi pekerjaan berat ketika ayahnya pergi bekerja. Bawang putih harus melakukan semua tugas-tugas, sementara mereka hanya duduk dan melihat Bawang Putih. Tentu saja, ayahnya tidak tahu karena Bawang Putih tidak pernah mengatakan tentang itu.

Suatu hari, ayah Bawang Putih sakit dan kemudian meninggal. Sejak hari itu, Bawang Merah dan ibunya memperlakukan Bawang Putih lebih buruk. Dia hampir tidak pernah beristirahat. Dia harus bangun saat subuh dan menyiapkan air untuk Bawang Merah dan ibunya untuk mandi. Kemudian, ia harus memberi makan hewan peliharaan, menyirami taman, mencuci pakaian, dan pekerjaan rumah tangga yang lainnya. Namun demikian, Bawang Putih selalu melakukan semua pekerjaan dengan senang hati karena dia berharap suatu hari langkah ibunya akan mencintainya seperti seperti anaknya sendiri.

Suatu pagi seperti biasa Bawang Putih membawa keranjang pakaian untuk mencuci ke sungai. Dia bernyanyi saat dia sedang berjalan melalui tepi hutan kecil. Hari itu cerah. Bawang Putih segera mencuci semua pakaian kotor. Tapi, Bawang Putih tidak menyadari bahwa salah satu pakaian terbawa oleh air. Sayangnya, kain itu punya ibu tirinya. Ketika dia menyadari hal itu, ia mencoba untuk mencarinya di sepanjang sungai. Tapi, dia tidak bisa menemukannya. Putus asa, ia kembali ke rumah dan mengatakan itupada ibu tirinya. Ibu tirinya sangat marah dan mengatakan kepada Bawang Putih untuk menemukan itu tidak peduli apapun alasannya.

Bawang Putih segera pergi melalui sepanjang sungai lagi. Kemudian, Bawang Putih melihat seorang gembala yang sedang membersihkan kerbaunya. Mengatakan bahwa ia melihat kain tetapi Bawang Putih harus mengejar segera jika dia tidak mau ketinggalan lagi. Dia mencoba mengejar tapi sampai malam, dia mulai menyerah. Dia melihat sebuah gubuk di tepi sungai. Dia datang ke pondok dan mengetuk. Kemudian nenek keluar. Bawang Putih ditanya apakah ia melihat kain ibunya atau tidak. Untungnya, ia melihat itu dan mengambilnya. Dia mengatakan bahwa dia menyukai kain itu. Tapi, Bawang Putih harus menemaninya selama seminggu di pondok karena dia merasa kesepian.

Selama seminggu, Bawang Putih tinggal bersama neneknya itu. Setiap hari, dia membantu dia untuk membersihkan pondok. Tentu saja nenek merasa senang. Akhirnya, dia memberi kain ibu tirinya dan labu kuning besar. Setelah itu, Bawang Putih pulang.

Ketika dia tiba di rumah, Bawang Putih memberi kain dan kemudian dia pergi ke dapur untuk melihat labu kuning. Dia begitu terkejut ketika ia diiris itu. Ada begitu banyak perhiasan emas di labu. Melihat labu itu, Bawang Merah dan ibunya memaksa Bawang Putih untuk mengatakan di mana ia bisa mendapatkannya dan dia menceritakan kisah itu.

Mendengarkan ceritanya, mereka berencana untuk melakukan hal yang sama seperti Bawang Putih lakukan. Tapi kali ini, Bawang Merah yang akan melakukannya. Namun, Bawang Merah tidak seperti Bawang Putih. Dia malas dan tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik. Setelah seminggu, nenek membiarkan dia pulang. Tapi, Bawang Merah tidak mendapatkan labu sehingga dia meminta nenek untuk memberinya. Merasa dipaksa, akhirnya, nenek memberinya labu besar dan Bawang Merah segera pulang ke rumah.

Ketika dia tiba di rumah, Bawang Merah bertemu ibunya dan dengan senang hati menunjukkan labu. Karena dia takut Bawang Putih akan meminta beberapa bagian dari labu, mereka meminta Bawang Putih untuk pergi ke sungai. Sabar, mereka membuka labu. Alih-alih perhiasan emas, ada banyak hewan beracun berasal dari labu. Hewan-hewan langsung menyerang mereka meninggal dunia. Itulah balasan buat orang-orang yang tamak.

Itulah tadi Bahan Ajar Bahasa Inggris SMP  Narrative Text. Semoga bermanfaat buat sahabat SBI. Terima kasih.

Comments

comments