50 Contoh Figure of Speech Personification dan Pengertiannya

Posted on

Personification adalah kiasan dimana kualitas manusia diberikan kepada hewan, benda atau ide-ide.

Dalam seni, Personification berarti mewakili hal non-manusia seolah-olah seperti manusia. Personification memberikan sifat dan kualitas manusia, seperti emosi, keinginan, sensasi, gerakan dan berbicara, sering diungkapkan dengan cara metafora.

Personification banyak digunakan dalam seni visual. Contoh Personification dalam menulis adalah “daun melambai tertiup angin”, “lautan menghela napas” atau “Matahari tersenyum pada kami”. Dalam bahasa yang mudah Personification hanya memberikan contoh makhluk hidup untuk benda mati. “Angin berteriak”. Jelas angin tidak bisa berteriak, hanya orang yang bisa. Ini adalah apa yang disebut Personification.

50 Contoh Figure of Speech Personification dan Pengertiannya

Contoh Personification

50 Cara untuk Menggunakan Personification

Kalimat-kalimat berikut menggunakan teknik Personification. Lihat jika Anda dapat mengidentifikasi bagian mana dari kata atau frase yang merupakan Personification:

loading...

The stars danced playfully in the moonlit sky.

Bintang-bintang menari main-main di langit diterangi cahaya bulan.

The run down house appeared depressed.

Rumah berlari ke bawah bagaikan tertekan.

The first rays of morning tiptoed through the meadow.

Sinar pertama pagi berjingkat melalui padang rumput.

She did not realize that opportunity was knocking at her door.

Dia tidak menyadari peluang yang mengetuk pintu.

He did not realize that his last chance was walking out the door.

Dia tidak menyadari bahwa kesempatan terakhirnya berjalan keluar pintu.

The bees played hide and seek with the flowers as they buzzed from one to another.

Lebah bermain petak umpet dengan bunga karena mereka berdengung dari satu ke yang lain.

The wind howled its mighty objection.

Angin menderukan perkasaannya.

The snow swaddled the earth like a mother would her infant child.

Salju membungkus bumi seperti seorang ibu membungkus anak bayinya.

The river swallowed the earth as the water continued to rise higher and higher.

Sungai menelan bumi sehingga air terus meningkat lebih tinggi dan lebih tinggi.

Time flew and before we knew it, it was time for me to go home.

Waktu terbang dan sebelum kita tahu itu, sudah waktunya bagi saya untuk pulang ke rumah.

The ocean waves lashed out at the boat and the storm continued to brew.

Gelombang laut mengecam perahu dan badai terus menderu.

My computer throws a fit every time I try to use it.

Komputer saya melempar sesuatu setiap kali saya mencoba untuk menggunakannya.

The thunder grumbled like an old man.

Guntur menggerutu seperti orang tua.

The flowers waltzed in the gentle breeze.

Bunga-bunga berdansa di angin lembut.

Her life passed her by.

Hidupnya melewati nya.

The sun glared down at me from the sky.

Matahari melotot ke arahku dari langit.

The moon winked at me through the clouds above.

Bulan mengedip padaku melalui awan yagn ada di atas.

The wind sang through the meadow.

Angin bernyanyi melalui padang rumput.

The car was suffering and was in need of some TLC.

Mobil itu menderita dan membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

At precisely 6:30 am my alarm clock sprang to life.

Tepat 06:30 jam alarm saya berbunyi.

The window panes were talking as the wind blew through them.

Jendela kaca berbicara ketika angin bertiup melalui mereka.

The ocean danced in the moonlight.

Lautan menari di bawah sinar bulan.

The words appeared to leap off of the paper as she read the story.

Kata-kata tampaknya melompat dari kertas saat ia membaca cerita.

The phone awakened with a mighty ring.

Telepon terbangun dengan bunyi deringan yang perkasa.

The funeral raced by me in a blur.

Pemakaman berlari dengan saya di blur.

While making my way to my car, it appeared to smile at me mischievously.

Sementara aku berjalan menuju mobil saya, mobilku tampak tersenyum padaku nakal.

The car, painted lime green, raced by screaming for attention.

Mobil yang dicat hijau limau, berlari sambil berteriak meminta perhatian.

The butterflies in the meadow seemed to two-step with one another.

Kupu-kupu di padang rumput tampaknya dua langkah dengan satu sama lain.

The waffle jumped up out of the toaster.

Wafel melompat keluar dari pemanggang.

The popcorn leapt out of the bowl.

Popcorn melompat keluar dari mangkuk.

When the DVD went on sale, it flew off the shelves.

Ketika DVD mulai dijual, dia terbang dari rak-rak.

I tripped because the curb jumped out in front of me.

Aku tersandung karena trotoar melompat keluar di depanku.

Time creeps up on you.

Waktu merayap padamu.

The news took me by surprise.

Berita membuat saya terkejut.

The fire ran wild.

Api berlari liar.

The thunder clapped angrily in the distance.

Guntur bertepuk marah di kejauhan.

The tornado ran through town without a care.

Tornado berlari melalui kota tanpa peduli.

The door protested as it opened slowly.

Pintu protes karena dibuka perlahan-lahan.

The evil tree was lurking in the shadows.

Pohon jahat bersembunyi dalam bayang-bayang.

The tree branch moaned as I swung from it.

Cabang pohon mengerang saat aku mengayunkannya.

Time marches to the beat of its own drum.

Waktu terus bergerak dengan ketukan drum.

The storm attacked the town with great rage.

Badai menyerang kota dengan kemarahan besar.

My life came screeching to a halt.

Hidup saya melengking dan berhenti.

The baseball screamed all the way into the outfield.

Bisbol berteriak sepanjang jalan ke outfield.

The blizzard swallowed the town.

Badai salju menelan kota.

The tsunami raced towards the coastline.

Tsunami berlari menuju garis pantai.

The avalanche devoured everything in its path.

Longsoran salju melahap segala sesuatu di jalan.

The pistol glared at me from its holster.

Pistol memelototiku dari sarungnya.

The car beckoned me from across the showroom.

Mobil memanggil saya dari seluruh showroom.

I could hear Hawaii calling my name.

Aku bisa mendengar Hawaii memanggil namaku.

Facebook Comments
loading...